Minggu, 19 Februari 2012

My Inspiration

Orang tua ku cuma tukang kebun tapi semangat mereka ngebiayain sekolah kelima anaknya itu bikin aku terkadang suka merasa bersalah sama diriku sendiri. dari sd sampai aq duduk dibangku sma itu banyak banget kesalahan yang aku buat sama orang tua ku. Perjuangan orangtua yang begitu besar terkadang terabaikan olehku. mau minta maaf tapi malu.

Saat ujian akhir sekolah penentuan lulus tidaknya  kami, menjadi kesempatan buat ku untuk membuktikan pada orangtuaku. Aku tak hanya mampu membuat kesalahan,aku tak hanya bisa melukai hati dan mengabaikan kerja keras mereka tapi aku juga mampu membuat mereka bangga. Dan siang itu saat pengumuman hasil ujian tidak hanya kami yang hadir tapi juga orang tua kami,satu demi satu orangtua mulai kaluar dari ruang aula menenteng surat pengumunan. rona bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah mereka saat kertas itu telah berpindah tangan. Sorakan bahagia itu tak hayal membuat sebagian dari kami menangis. Aku berdebar.gemetar,takut,was-was. Dan saat kakakku keluar dari aula senyumnya mengembang kertas itu diberikan padaku tulisan LULUS pada kertas itu benar-benar membuat dadaku lega . Kami bersatu berkeliaran meminta tanda tangan teman-teman pada baju putih abu-abu,coretan spidol diseluruh badan menjadi bukti kami berhasil menaklukkan soal ujian.Tapi berasa sedih karena kami gak akan bisa seperti ini lagi , meninggalkan segala aktifitas kami, gak ada soal,ujian,hukuman,derai tawa dikelas, ngerumpi dan kami pasti bisa melanjutkan hidup masing-masing.



mw tau kelanjutan ceritanya.... to be countinue...



Kamis, 16 Februari 2012

Matahari siang ini sungguh teramat sangat panas berapa derajat kah ini jilbab yang aku kenakan saja sampai tak bisa mengurangi sedikit panasnya. hmmm... pemanasan global semakin hari semakin para saja. Efek rumah kaca dan kawan-kawannya. " Ke mana pula ini sopir papa, gak nongol-nongol ?" diliriknya jam dipergelangan tangannya jam 14.25 itu berarti hampir setengah jam dia menunggu. Anggrek mengipas-ngipaskan tangannya berharap mendapat sedikit angin . Merogoh kantong seragam sekolah lalu mengeluarkan hp, tangannya sibuk memencet-mencet nomer lalu mendekatkan hp itu ke telingannya.
" Hallo pa mang usep dimana sih dah kering Anggrek nungguin gak datang-datang juga. "
" Tunggu aja sebentar lagi 'grek paling juga masih dijalan. "
Anggrek tak menjawab dia langsung mematikan hpnya. Ditempat berbeda papanya juma bisa geleng-geleng kepala.